10 prinsip desain yang baik menurut Dieter Rams (Rams’ 10 principles of good design)

Bagi kita yang berkarya atau memiliki perusahaan yang mengembangkan produk sendiri, mengetahui atau mengembangkan wawasan seputar pengembangan produk adalah hal yang penting. Salah satu yang harus kita pelajari adalah mengenai desain produk. Saat ini, desain produk yang baik sangat berpengaruh terhadap persepsi pelanggan atau pengguna, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja penjualan produk yang bersangkutan.

Lalu, bagaimana suatu desain dapat dikatakan baik? Apakah ada standardisasi yang bisa menjamin bahwa desain suatu produk akan membantu produk tersebut sukses di pasaran? Mungkin jawabannya adalah tidak ada. Tetapi banyak pendapat-pendapat atau teori-teori yang bisa dijadikan pedoman bagi kita yang ingin mengembangkan produk dengan desain yang bisa dikatakan baik.

Salah satu teori yang bisa digunakan adalah Rams’ 10 principles of good design. Prinsip-prinsip ini dirumuskan oleh Dieter Rams, seorang pakar desain industri berkebangsaan Jerman. Beliau adalah desainer produk-produk buatan Braun. Pemikirannya banyak mempengaruhi desainer-desainer papan atas, salah satunya Jony Ive, direktur desain industri Apple. Apa saja kesepuluh prinsip desain yang baik tersebut?

  1. Inovatif. Desain harus memanfaatkan perkembangan teknologi. Contohnya desain komputer, dulu tidak mungkin mendesain komputer dengan dimensi serba kecil seperti notebook ultra tipis, karena ukuran komponen-komponen di dalamnya seperti keping prosesor atau memori masih besar. Tapi sekarang hal tersebut bisa dilakukan karena perkembangan teknologi memungkinkan membuat keping-keping semikonduktor berukuran kecil.
  2. Menjadikan produk bernilai guna. Produk tidak hanya bermanfaat karena fungsinya, tapi juga ada unsur psikologis dan estetis. Misalnya, kita mendapatkan sebuah mesin pembuat kopi sebagai hadiah ulang tahun. Tetapi karena kita tidak suka warnanya atau bentuknya, mesin itu akhirnya hanya menjadi penghuni lemari gudang. Apakah mesin pembuat kopi itu bisa dikatakan bermanfaat?
  3. Estetis. Sebagaimana sudah dijelaskan di prinsip kedua, nilai estetika suatu desain akan mempengaruhi psikologi pengguna.
  4. Menjadikan produk mudah dipahami. Dengan kata lain, desain produk harus intuitif, produk dapat digunakan dengan penjelasan yang sesedikit mungkin.
  5. Sederhana, memberi kesempatan kepada pengguna untuk berekspresi.
  6. Jujur, tidak berusaha melebih-lebihkan kemampuan atau fitur dari produk yang bersangkutan.
  7. Bertahan lama, tidak mudah ketinggalan jaman.
  8. Sempurna sampai detail terkecil. Kesempurnaan desain adalah penghargaan terhadap pengguna.
  9. Ramah lingkungan. Desain produk harus memperhatikan pengaruh terhadap lingkungan, baik selama masih memiliki nilai guna, maupun setelah tidak berguna lagi (dapat didaur ulang).
  10. Minimalis. Fokus pada aspek-aspek penting saja, jangan membebani produk dengan detil-detil yang tidak perlu.

*Sumber: wikipedia*

Chicken Wings

                                                                                              

 

Waktu ke pasar minggu lalu pas nunggu giliran dilayanin di tukang ayam, ibu2 didepanku  beli sayap ayam…twing..twing..tiba2 dapat ide untuk bikin chicken wings dirumah, sampai dirumah langsung browsing2 resep akhirnya nemu resep Chicken Wings  Cocacola ala mbak Vita tp dah banyak yang aku tambah tambahi  jadi seperti ini

Bahan:

  • Bahan A
    1/2 kg sayap bagian drum stick dan tengah
    3 sdm air jeruk nipisBahan B
    6 siung bawang putih, parut 
    4 sdm kecap asin
    3 sdm kecap manis
    4 sdm saus tiram
    4 sm madu
    5 sdm saus tomat
    1/2 sdt garam
    1/4 sdt merica
    400 ml coca colaCara Membuat :1. Cuci sayap ayam, lumuri dengan air jeruk nipis, bilas kembali
    2. campur sayap ayam dengan bahan B, masak dengan dengan api kecil
    sampai bumbu meresap dan airnya habis sambil sesekali diaduk
    3. Oven sayap ayam sebentar supaya garing atau bisa dipanggang
    diatas teflon sebentar

Hasilnya…..sangat memuaskan… hehehe… highly recomended buat ibu2 sibuk tinggal  di pack, masuk freezer..

 

Klepon Rainbow

Akhirnya ikut juga dengan kehebohan kuliner rainbow yang sedang happening, karena malas buat cake yang ribet2,  pilihan jatuh ke klepon…yes cemilan menul menul yang biasanya cuma dikasih warna hijau, iseng aku buat warna warni, pelangi.

Resep yang aku pakai resep dari NCC berikut detailnya:

Bahan:

  • 250 gr tepung ketan
  • 50 gr tepung beras
  • ¼ sdt garam
  • 2 sdt air kapur sirih
  • 200 ml air
  • 100 gr gula merah sisir
  • ½ kelapa parut
  • ¼ sdt garam
  • Pewarna makanan mejikuhibiniu

 

Cara membuat :

  1. Kukus kelapa parut +garam
  2. Campur tepung ketan, tepung beras dan garam beri air kapur sirih tambahkan air sedikit demi sedikit sampai bisa di pulung, pisah adonan jadi 6 masing masing diberi pasta watau pewarna makanan
  3. Ambil adonan, pipihkan, isi dengan gula merah, jangan terlalu banyak takut bocor, bulatkan kembali
  4. Rebus dalam air mendidih sampai mengambang
  5. Tiriskan, gulingkan ke kelapa parut

Ternyata gampang banget buat klepon ini, satu resep jadi lumayan banyak lho…

Kedai Kita

I Fu Mie Hotplate Kedai Kita Bogor
I Fu Mie Hotplate Kedai Kita Bogor

.: Lokasi :.
Jl. Pangrango No. 21, depan Pia Apple Pie, Bogor.

.: Menu :.
Specialties: Pizza bakar, mie hotplate, pangsit goreng.
Lainnya: aneka pasta, chinese food, ice cream, klappertaart Hanna, dll.

.: Ulasan :.
Pertama kali makan di resto ini, di antaranya pesan kebab dan spaghetti. Karena pesan kebab, berharap yang muncul seperti Doner Kebab. Tetapi ternyata yang muncul sashlik. Saya kurang mengerti kuliner Turki memang, tapi tetap saja saya kecewa, apalagi karena sashliknya pun hambar.
Kemudian setelah mendengar dari teman-teman bahwa pizza bakar di resto ini enak, akhirnya di kunjungan kedua kami memesan salah satu pizza bakar. Saya lupa yang mana tapi rasanya cukup enak. Pelajaran yang diperoleh: jika makan di resto yang menawarkan specialties, coba dulu specialtiesnya supaya tidak kecewa.
Di kunjungan ketiga, saya memesan hotplate i fu mie. Sekali lagi pelajaran terbukti, rasanya enak. Selain itu, ibu saya juga puas dengan nasi capcaynya. Lebih enak dari banyak nasi capcay lain yang pernah beliau makan.
Kalau Anda sedang berjalan-jalan di Bogor, silahkan mampir.

Pizza Bakar Kedai Kita Bogor
Pizza Bakar Kedai Kita Bogor

Saung Kiray

.: Lokasi :.
Jl. Bina Marga No. 13, Bogor.

.: Menu :.
Menu andalan resto ini adalah Sangu Tutug Oncom (STO), nasi hangat diaduk dengan oncom, dihidangkan dengan tahu, tempe dan tiga pilihan lauk: ayam, empal, atau ikan asin. Paket STOnya ada 3, STO Pasundan, STO Ikan Asin, dan STO Opak Pedas. Selain STO, ada menu nasi dan mie goreng serta siomay. Ada juga pancake dan aneka ice cream goreng.

.: Ulasan :.
Kami pesan STO Pasundan (yang menurut pelayan banyak dipesan orang) dengan lauk ayam. Oncomnya kurang memberi rasa. Justru taburan “kriuk” di atas nasi yang memberikan rasa gurih. Sayangnya karena sedang batuk, saya tidak mencoba ice cream goreng, padahal sepertinya enak. Mungkin lain kali.

Asal-usul Nama Komputer Apple Macintosh

Anda yang bergelut di dunia IT pasti tahu atau pernah mendengar tentang Macintosh atau yang sekarang lebih dikenal dengan Mac, lini produk komputer personal dari Apple. Tapi tahukah Anda dari mana nama tersebut berasal?

Proyek Macintosh dimulai akhir tahun 70-an ketika Jef Raskin, seorang karyawan Apple, bercita-cita membuat komputer murah yang mudah digunakan. Raskin ingin menamai komputer tersebut dengan tipe apel kesukaannya: McIntosh. Apel McIntosh sendiri memperoleh namanya dari sang petani yang menemukannya, yaitu John McIntosh, pada tahun 1811 di Ontario, Kanada. Tetapi komputer tersebut akhirnya dinamai Macintosh karena nama McIntosh sudah digunakan sebagai merek perangkat audio.

Bayangkan kalau Mr. Raskin adalah penggemar Granny Smith…. No, no, no..

(Source: Wikipedia)

BlackBerry 9780 Experience Report

Beberapa minggu yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk membeli BlackBerry 9780 a.k.a. Onyx 2 untuk menggantikan handphone saya yang lama. Kenapa bukan iPhone? Well, that’s a long story. Bukan itu yang mau saya bahas di sini. Di artikel ini saya akan mereview atau mungkin lebih tepatnya melaporkan pengalaman saya selama menggunakan Onyx 2. Artikel ini saya bagi menjadi 2 (dua) bagian besar, yaitu fitur-fitur yang saya sukai (The Bright Side) dan fasilitas-fasilitas yang ada di handphone/smartphone lain tapi tidak ada di BlackBerry atau khususnya Onyx 2 (The Dark Side). Selain itu ada hal-hal yang tidak terkait langsung dengan BlackBerry, tetapi mungkin berpengaruh pada kinerja, misalnya yang terkait dengan operator telekomunikasi (The Other Side).

.: The Bright Side :.

BlackBerry Contact menyediakan integrasi antara buku telpon, Facebook, BBM, Yahoo! Messenger dan lain-lain. Katanya, ini untuk memudahkan kita jika suatu saat harus berganti perangkat BB. Selain itu, integrasi ini juga memungkinkan teman-teman Facebook yang mencantumkan nomor handphone di profilenya langsung terhubung ke buku telepon. Luar biasa!

Dengan HP sebelumnya saya bisa selalu terhubung dengan social network, apapun bentuknya, tapi dengan konsekuensi HP jadi panas dan baterai cepat habis. Dengan BB, masalah baterai sepertinya tetap ada, tetapi HP tidak menjadi panas. Dan yang penting, operator menyediakan paket BB Unlimited! Jadi lebih murah (seharusnya).

Untuk menghemat baterai, ada fitur untuk scheduled on/off. Saat ini saya gunakan fitur ini, dan lumayan menghemat baterai. Saya anjurkan Anda untuk mengatur fitur ini supaya BlackBerry non-aktif pada saat Anda tidur. Toh, kalau ada pesan masuk tidak langsung Anda baca, ‘kan?

Menurut saya, papan tombol QWERTY mempercepat penulisan pesan, tapi ukuran yang kecil menyebabkan saya lebih sering salah ketik.

Notification icon di OS 6 dapat dilihat detilnya dan bahkan dapat langsung masuk ke aplikasi yang bersangkutan. Tapi… ada darksidenya… sepertinya bugs… (lihat The Dark Side)

[Wed, May 25, 2011] Aplikasi Maps bisa membantu saya mengetahui posisi lokasi ketika sedang berada di KRL malam hari dan tidak bisa melihat keluar jendela dengan jelas. Maps juga sebenarnya bisa digunakan sebagai pengganti GPS ketika bepergian ke tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, tapi saya belum memanfaatkan fitur ini.

.: The Dark Side :.

Di handphone saya sebelumnya, jika saya menerima panggilan atau pesan pendek (SMS) dari nomor yang belum terdaftar di contact list, saya dapat dengan mudah menambahkannya ke dalam contact dengan fitur ‘Add To Contact’. Well, BlackBerry juga menyediakan fitur tersebut. Permasalahan muncul ketika nomor tersebut ternyata milik seorang contact yang sudah ada di contact list. Dengan HP sebelumnya, fitur ‘Add to contact’-nya dilengkapi pilihan ‘to existing contact’. Saya tidak bisa menemukan fasilitas ini di BlackBerry. Mungkin Anda bisa bantu?

Selalu terhubung dengan internet sepertinya membuat baterai harus sering diisi ulang. Untungnya ada beberapa aplikasi yang katanya ‘boros’ baterai bisa dinonaktifkan.

Kadang-kadang notifikasi tidak hilang dari detil walaupun sudah di-‘follow up’. Masalah ini harus diselesaikan dengan prosedur cabut baterai.

.: The Other Side :.

[response to calie] Saya pernah iseng memeriksa penggunaan pulsa dan terkejut karena ternyata aktifitas internet saya tercatat alias tidak termasuk paket unlimited. Saya kemudian menghubungi customer service dan ternyata ada beberapa hal menarik. Sebagai informasi operator yang saya gunakan adalah Telkomsel. Pertama, perhatikan paket yang ditawarkan oleh operator. Untuk Telkomsel, mereka mencantumkan bahwa streaming dan modem tidak termasuk dalam paket BB Unlimited. Masalahnya mungkin informasinya kurang detil, misalnya yang termasuk streaming itu apa saja. Sebelumnya saya kira yang termasuk streaming adalah seperti siaran radio atau TV internet, tapi ternyata YouTube juga termasuk! Kedua, ada beberapa setting di dalam BB OS 6 yang harus diperhatikan untuk mencegah kita menggunakan aplikasi yang diluar kontrak. Setting pertama pilih Option > Device > Advanced System Settings > Browser Push, kemudian non-aktifkan pilihan Enable WAP Push dan Allow WAP Push Applications. Setting kedua pilih Option > Networks and Connections > Mobile Network, kemudian non-aktifkan pilihan Roaming. Selamat mencoba.

.: Summary :.

Secara umum, sampai sejauh ini saya cukup puas dengan Onyx 2 saya. Ikuti saja perkembangannya, artikel ini akan selalu saya update jika saya temukan hal-hal baru dari kedua sisi. Jika ada koreksi, kritik, atau saran, silahkan beri komentar. Terima kasih.

Kesempatan menolong orang lain

Beberapa hari yang lalu saya mengalami hal yang menarik. Dalam sehari ada 3 orang yang menanyakan petunjuk jalan kepada saya. Menolong orang lain adalah kesempatan langka, dan di hari itu saya diberi kesempatan 3 kali.

Tapi, beberapa hari kemudian, setelah mengamati dan mencermati apa yang terjadi di sekitar saya, ternyata kesempatan untuk menolong orang lain sebenarnya terasa langka karena seringkali kita menghindar atau tidak mengambil kesempatan tersebut. Banyak pertimbangan dan alasan yang kita pakai untuk menghindar dari kesempatan tersebut. Buru-buru, tidak kenal, takut jangan-jangan yang hendak ditolong punya niat jahat, dan berbagai alasan lainnya. Alasan-alasan tersebut tidak salah, dan karena itulah kesempatan untuk menolong orang lain semakin menjadi anugerah yang luar biasa.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kita mengenali kesempatan itu? Mungkin kita tidak pernah tahu. Mungkin tergantung dari kepribadian. Mungkin yang tahu memang cuma Tuhan, sang pemberi kesempatan.

Saya jadi teringat Pak Aaron yang pernah menolong saya dan istri (A True Christian). Mintalah kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk menolong orang lain.

Jangan sering berasumsi!

“Assumptions are always dangerous.” (quote from the movie “Chill Factor”)

Jangan sering berasumsi. Usahakan kumpulkan data sebanyak-banyaknya terlebih dahulu, supaya kesimpulan kita lebih baik dan kemungkinan terjadinya kesalahan semakin kecil. Jika pada akhirnya harus berasumsi pun, konsekuensi yang kita hadapi jika terjadi kesalahan pun tidak akan terlalu berat.

Malam ini saya sedikit bermain-main dengan asumsi. Bukan saya yang berasumsi tentunya, tapi saya ingin melihat kecenderungan orang berasumsi. Di Twitter dan Facebook saya membuat status: “Ngobrol sama istri via BBM.” Status tersebut segera beroleh respons beragam, dan dari respons tersebut tercermin beraneka ragam asumsi. Memang saat posting ini dibuat saya baru saja membeli sebuah perangkat BlackBerry. Nah, berdasarkan data tersebut, apa asumsi Anda? Saya keranjingan BlackBerry? Saya pamer BlackBerry? Atau apa?

Yang terjadi sebenarnya adalah malam ini saya pulang dengan KRL Pakuan Express dari Tanah Abang, dan pada saat kereta tiba di stasiun Sudirman gerbong yang saya naiki sudah penuh. Tidak ada kursi kosong dan ketika istri saya yang naik di stasiun tersebut berhasil menemui saya, sudah ada seorang bapak berdiri di depan tempat saya duduk. Setelah saya memberikan tempat duduk untuk istri saya, bapak tersebut tidak memberikan tempat untuk saya supaya bisa berdiri di dekat istri saya. Jadilah saya…. melakukan apa yang saya jadikan status tadi.

Saya tidak ingin pamer. Saya tidak keranjingan BB. Saya hanya ingin mengungkapkan kekesalan saya, tapi untungnya ada teknologi yang memungkinkan saya tetap bisa berkomunikasi dengan istri tanpa harus mengganggu orang lain. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kehadiran teknologi seharusnya dilihat dengan cara yang positif, dan kalau bisa bermanfaat bagi kita dan orang banyak.

Jadi, di era teknologi informasi yang canggih ini belajarlah untuk memanfaatkan teknologi dengan cara yang positif. Hindari asumsi, karena sekarang informasi bisa diperoleh dengan cara yang mudah dan cepat.

Selamat malam, Indonesia. Selamat beristirahat. Sampai jumpa di lain kesempatan.