Jangan sering berasumsi!

“Assumptions are always dangerous.” (quote from the movie “Chill Factor”)

Jangan sering berasumsi. Usahakan kumpulkan data sebanyak-banyaknya terlebih dahulu, supaya kesimpulan kita lebih baik dan kemungkinan terjadinya kesalahan semakin kecil. Jika pada akhirnya harus berasumsi pun, konsekuensi yang kita hadapi jika terjadi kesalahan pun tidak akan terlalu berat.

Malam ini saya sedikit bermain-main dengan asumsi. Bukan saya yang berasumsi tentunya, tapi saya ingin melihat kecenderungan orang berasumsi. Di Twitter dan Facebook saya membuat status: “Ngobrol sama istri via BBM.” Status tersebut segera beroleh respons beragam, dan dari respons tersebut tercermin beraneka ragam asumsi. Memang saat posting ini dibuat saya baru saja membeli sebuah perangkat BlackBerry. Nah, berdasarkan data tersebut, apa asumsi Anda? Saya keranjingan BlackBerry? Saya pamer BlackBerry? Atau apa?

Yang terjadi sebenarnya adalah malam ini saya pulang dengan KRL Pakuan Express dari Tanah Abang, dan pada saat kereta tiba di stasiun Sudirman gerbong yang saya naiki sudah penuh. Tidak ada kursi kosong dan ketika istri saya yang naik di stasiun tersebut berhasil menemui saya, sudah ada seorang bapak berdiri di depan tempat saya duduk. Setelah saya memberikan tempat duduk untuk istri saya, bapak tersebut tidak memberikan tempat untuk saya supaya bisa berdiri di dekat istri saya. Jadilah saya…. melakukan apa yang saya jadikan status tadi.

Saya tidak ingin pamer. Saya tidak keranjingan BB. Saya hanya ingin mengungkapkan kekesalan saya, tapi untungnya ada teknologi yang memungkinkan saya tetap bisa berkomunikasi dengan istri tanpa harus mengganggu orang lain. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kehadiran teknologi seharusnya dilihat dengan cara yang positif, dan kalau bisa bermanfaat bagi kita dan orang banyak.

Jadi, di era teknologi informasi yang canggih ini belajarlah untuk memanfaatkan teknologi dengan cara yang positif. Hindari asumsi, karena sekarang informasi bisa diperoleh dengan cara yang mudah dan cepat.

Selamat malam, Indonesia. Selamat beristirahat. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Leave a Reply