A True Christian

Jumat malam lalu, saya dan istri saya mengalami musibah. Taxi yang kami tumpangi menabrak mobil di depan di jalan tol Jagorawi. Tantrie terantuk kursi depan sehingga mengalami pendarahan ringan di hidung. Kedua kendaraan mengalami kerusakan yang cukup parah. Perusahaan taxi mengirimkan kendaraan tapi butuh waktu lama. Akhirnya saya putuskan untuk menghentikan kendaraan yang lewat untuk minta tolong agar istri saya segera dibawa ke rumah sakit, dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menggerakkan hati seseorang untuk menolong kami. Karena saya berniat membawa istri langsung ke Bogor, saya mencari mobil dengan nomor polisi F. Lalu lintas masih cukup padat, jadi banyak mobil yang bisa kami mintai tolong. Mobil pertama yang saya cegat tidak mau berhenti. Mobil-mobil berikutnya bernomor polisi B. Akhirnya saya cegat juga mobil bernomor polisi B, dengan harapan pengemudinya bersedia mengantar kami ke Bogor. Salah satu mobil akhirnya berhenti. Ternyata pemiliknya tinggal di daerah Sentul, dan pada saat kami naik, dia sedang mendengarkan RPK FM. “Puji Tuhan,” kata saya dalam hati. Bukan hanya menggerakkan hati seseorang, Tuhan bahkan mengirimkan salah satu hambanya yang setia. Namanya Pak Aaron. Kami pun berkenalan dan berbincang-bincang. Ketika saya dan istri mengucapkan terima kasih, dia berkata bahwa justru dia yang bersyukur karena Tuhan memberinya kesempatan untuk menolong orang lain.

Malam itu, Pak Aaron telah memberi contoh bagaimana seorang Kristen yang sejati: memberi pertolongan pada orang yang tidak dikenal dan bersyukur atas kesempatan itu. Tidak mudah untuk melakukan apa yang Pak Aaron sudah lakukan malam itu. Kita yang sudah terbiasa dengan kegilaan dunia ini akan cenderung berpikir seribu kali untuk menolong orang yang tidak dikenal. Bahkan sejak jaman Yesus pun, kecenderungan pilih-pilih dalam menolong orang pun sudah ada, seperti dikisahkan dalam cerita orang Samaria yang baik. Baiklah sekarang kita berdoa, supaya ketika kita diberi kesempatan menolong orang lain, kita tidak terjebak dalam pertimbangan akal sehat yang malah menghambat kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Tuhan, terima kasih untuk Pak Aaron yang sudah Tuhan pertemukan dengan kami. Pakailah dia selalu sebagai saluran berkat bagi orang lain, sebagaimana Tuhan telah rencanakan baginya. Amin.

3 Replies to “A True Christian”

Leave a Reply